Rabu, 09 Desember 2009 saya pegi menuju ke sebuah salah satu mall yang berada di daerah Depok.. iya saya pergi ke Mall Cinere.. saya pergi ke tempat itu dengan orang yang spesial .. tujuan saya pergi ke tempat ini cuma 1 yaitu nonton bioskop dan film itu adalah Twilight "nEw MooN"...
Film ini bercerita tentang percintaan antara manusia dengan vampire..
di mana pada film twilight pertama yaitu menceritakan Ketika Isabella Swan (Bella) yang diperankan oleh Kristen Stewart pindah ke Forks yang muram, ia bertemu Edward Cullen yang diperankan oleh Robert Pattison, cowok misterius sangat memesona yang membuat perasaannya jungkir-balik. Dengan kulit persolon, sepasang mata keemasan, dan suara merdu memikat, Edward sungguh sosok teramat menarik yang membuat Isabella terpikat. Selama ini Edward telah berhasil menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya, tapi Bella bertekad untuk menyingkapkan rahasia paling kelamnya.
naahhh.. twilight "nEw Moon" ini masih berkaitan dengan cerita sebelum nya..
setelah Bella mengetahui identitas tentang jati dirinya Edward.. Hanya saja Bella sama sekali tidak menyadari bahaya yang menantinya, ketika hubungannya dengan
Edward semakin akrab... dari situ lah Bella berusaha ingin merubah dirinya sama seperti keluarga Cullen yaitu vampire.. namun justru Edward meninggalkan Bella di tengah kota Forks dengan perjanjian di antara mereka... di sini Bella merasa putus asa atas kepergian Edward tanopa alasan yang jelas...
namun.. di tengah kondisi seperti itu, semangatnya menyala kembali saat pertemanannya dengan Jacob Black yang diperankan oleh Taylor Lautner semakin akrab. Rupanya Jacob adalah seorang manusia-serigala yang memang keluarga musuh bebuyutan para keluarga vampire, tak terkecuali Edward Cullen itu sendiri... karena di antara Edward dan Jacob mempunyai perjanjian .. dimana keluarga vampire tidak boleh memangsa manusia ... kalau sampai itu terjadi maka Jacob tidak akan segan memangsa Edward beserta keluarga nya...
pada saat Edward meninggalkan Bella banyak sekali kejadian aneh yang terjadi pada diri Bella.. termasuk dengan hadirnya victoria dan Laurant .. yang dimana mereka adalah musuh keluarga Cullen yang berniat ingin membunuh Bella... namun akhirnya Bella selalu dilindungi oleh Jacob beserta teman_temannya yang sama_sama manusia-srigala... bagaimana nasib Bella menghadapi permusuhan kedua belah pihak antara keluarga manusia-serigala dengan keluarga vampir ini?
ingin lebih jelas.. saksikan Twilight "nEw MooN" di bisokop_bioskop kesayangan Anda...
Rabu, 09 Desember 2009
Selasa, 08 Desember 2009
aku berangkat ke kampus terlambat seperti biasanya... padahal pada hari itu cuma ada 1 mata kuliah .. dan pada saat mata kuliah ini berakhir.. aku diajak oleh salah satu teman terdekat ku untuk mengikuti matkul dia .. tanpa berfikir panjang aku pun langsung beranjak mengikutinya... sesampainya di kelas..
aku pun duduk paling depan untuk melihat penampilan teman-teman sekelas ku...
di dalam kelas itu aku pun bercanda gurau dan tertawa sampai puas melihat tingkah laku teman-teman ku yg sedikit konyol.. suasana perkuliahan pada hari itu tidak membosankan ... seru .. unik.. dan menghibur suasana hati ku yg sedang bercabang entah ke mana..
setelah acara perkuliahan tersebut aku pun beranjak meninggalkan kelas dan hentak kaki ku menuju suatu tempat yang biasa aku kunjungi setiap hari nya... iya.. aku melangkah ke dalam ruangan jurusan PBSI ..
maksud awal ku berkunjung ke tempat itu hanya ingin mendapatkan bimbingan dari salah satu mata kuliah semester ini..
akhirnya sesampai di sana .. bukannya aku langsung bimbingan tapi malah aku berbincang_bincang dengan salah satu dosen ku ..
dosen ku ini masih muda dan terlihat cantik .. periang .. serta Smart ...
banyak sekali yang kita bicarakan pada saat itu.. kita berbincang di bawah anak tangga .. padahal banyak orang yang lalu lalang melewati jalaun itu.. tapi kita tak menghiraukan mereka ... kita berdua sudah larut dalam perbincangan tersebut....
tidak lama kemudian .. ditengah_tengah perbincangan kami .. datang salah satu mahasiswa bergabung dengan kami.. ia seorang laki_laki dengan perawakan tinggi .. berkaca mata... lucu ... dan dia sedang membawa sebuah buku salah satu karya dari Pramoedya ... lalu kami pun melanjutkan perbincangan ke yang lebih seru + menarik .. di mana beliau bertanya pada mahasiswa tersebut tentang buku yang ia baca...
jarum jam tangan ku menunjukkan waktu sudah pukul 14.30 ... aku langsung berpamitan kepada mereka karena tujuan ku sendiri saja belum dilaksanakan ... dan akhirnya aku pun kembali menuju ke dalam ruangan tersebut untuk bimbingan... bimbingan ku tidak memakan banyak waktu.. singkat tapi cukup dimengerti oleh diriku...
setelah selesai bimbingan aku pun berpamitan kembali ke semua dosen yang berada di dalam ruangan tersebut... salah satunya beliau... akhirnya aku menuju ke luar dan menunggu lift karena aku mengejar waktu untuk bekerja... aku hampir lupa untuk memperkenalkan diriku .. aku adalah seorang mahasiswi semester 7 dari salah satu universitas negeri di jakarata... selain aku seorang mehasiswi,,, aku juga bekerja sebagai penjaga warnet di salah satu tempat kosan yang dekat dengan kampus ku ..
sesampainya aku di warnet tempat ku bekerja .. aku membuka salah satu homepage ku yaitu Facebook.. nah .. pada saat aku membuka FB .. aku teringat pada perkuliahan tadi siang.. aku iseng membuka salah satu FB yang sudah menjadi teman ku ini .. aku iseng ingin melihat foto_foto pada acara perkuliahan tadi siang.. aku mencari nama pengguna FB itu... tersentak aku merasa kageeet ... ternyata dia sudah meremove ku menjadi teman_y... padahal sebelum nya aku sempat chatting dan bersenda gurau dengannya.. tapi sekarang tidak lagi ..
aku hanya bisa berfikir positif saja ...mungkin beliau tidak sengaja meremove ku dari teman FB nya....
aku pun duduk paling depan untuk melihat penampilan teman-teman sekelas ku...
di dalam kelas itu aku pun bercanda gurau dan tertawa sampai puas melihat tingkah laku teman-teman ku yg sedikit konyol.. suasana perkuliahan pada hari itu tidak membosankan ... seru .. unik.. dan menghibur suasana hati ku yg sedang bercabang entah ke mana..
setelah acara perkuliahan tersebut aku pun beranjak meninggalkan kelas dan hentak kaki ku menuju suatu tempat yang biasa aku kunjungi setiap hari nya... iya.. aku melangkah ke dalam ruangan jurusan PBSI ..
maksud awal ku berkunjung ke tempat itu hanya ingin mendapatkan bimbingan dari salah satu mata kuliah semester ini..
akhirnya sesampai di sana .. bukannya aku langsung bimbingan tapi malah aku berbincang_bincang dengan salah satu dosen ku ..
dosen ku ini masih muda dan terlihat cantik .. periang .. serta Smart ...
banyak sekali yang kita bicarakan pada saat itu.. kita berbincang di bawah anak tangga .. padahal banyak orang yang lalu lalang melewati jalaun itu.. tapi kita tak menghiraukan mereka ... kita berdua sudah larut dalam perbincangan tersebut....
tidak lama kemudian .. ditengah_tengah perbincangan kami .. datang salah satu mahasiswa bergabung dengan kami.. ia seorang laki_laki dengan perawakan tinggi .. berkaca mata... lucu ... dan dia sedang membawa sebuah buku salah satu karya dari Pramoedya ... lalu kami pun melanjutkan perbincangan ke yang lebih seru + menarik .. di mana beliau bertanya pada mahasiswa tersebut tentang buku yang ia baca...
jarum jam tangan ku menunjukkan waktu sudah pukul 14.30 ... aku langsung berpamitan kepada mereka karena tujuan ku sendiri saja belum dilaksanakan ... dan akhirnya aku pun kembali menuju ke dalam ruangan tersebut untuk bimbingan... bimbingan ku tidak memakan banyak waktu.. singkat tapi cukup dimengerti oleh diriku...
setelah selesai bimbingan aku pun berpamitan kembali ke semua dosen yang berada di dalam ruangan tersebut... salah satunya beliau... akhirnya aku menuju ke luar dan menunggu lift karena aku mengejar waktu untuk bekerja... aku hampir lupa untuk memperkenalkan diriku .. aku adalah seorang mahasiswi semester 7 dari salah satu universitas negeri di jakarata... selain aku seorang mehasiswi,,, aku juga bekerja sebagai penjaga warnet di salah satu tempat kosan yang dekat dengan kampus ku ..
sesampainya aku di warnet tempat ku bekerja .. aku membuka salah satu homepage ku yaitu Facebook.. nah .. pada saat aku membuka FB .. aku teringat pada perkuliahan tadi siang.. aku iseng membuka salah satu FB yang sudah menjadi teman ku ini .. aku iseng ingin melihat foto_foto pada acara perkuliahan tadi siang.. aku mencari nama pengguna FB itu... tersentak aku merasa kageeet ... ternyata dia sudah meremove ku menjadi teman_y... padahal sebelum nya aku sempat chatting dan bersenda gurau dengannya.. tapi sekarang tidak lagi ..
aku hanya bisa berfikir positif saja ...mungkin beliau tidak sengaja meremove ku dari teman FB nya....
Minggu, 05 April 2009
malam kelabu
enggak tahu kenapa dah 2 malam ini aku merasa mulai kesendirian lg....
padahal sabtu siang kemarin,,, aku merasa sangat senang sekali krn shujin menjenguk diriku dengan membawa serangkaian bunga mawar....
tapi perasaan itu mulai berubah seketika menjadi kelabu....
karena shujinku hrs pulang lg ke rumah dan kita pun harus berpisah lg....
tapi sayang perpisahan itu harus terjadi dengan perasaan yang mengecewakan sekali.....
tidak ada kata perpisahan yang manis di antara kita berdua....
yang ada hanya perasaan kecewa antara aku dan dia....
memang hal ini sering terjadi diantara qta.....
walaupun demikian qta masih bisa saling berkomunikasi antara satu sama lain....
tapi,,,, tidak untuk hari ini....
tidak ada sms atau pun telepon dan kabar dari nya....
yang ada hanya kesepian dan kesendirian saja yang menemani diriku.....
padahal sabtu siang kemarin,,, aku merasa sangat senang sekali krn shujin menjenguk diriku dengan membawa serangkaian bunga mawar....
tapi perasaan itu mulai berubah seketika menjadi kelabu....
karena shujinku hrs pulang lg ke rumah dan kita pun harus berpisah lg....
tapi sayang perpisahan itu harus terjadi dengan perasaan yang mengecewakan sekali.....
tidak ada kata perpisahan yang manis di antara kita berdua....
yang ada hanya perasaan kecewa antara aku dan dia....
memang hal ini sering terjadi diantara qta.....
walaupun demikian qta masih bisa saling berkomunikasi antara satu sama lain....
tapi,,,, tidak untuk hari ini....
tidak ada sms atau pun telepon dan kabar dari nya....
yang ada hanya kesepian dan kesendirian saja yang menemani diriku.....
Selasa, 12 Agustus 2008
FiLMoGraFi KaJoL
Filmography
Written by Profiler
Mar 31, 2005 at 10:56 AM
YEAR FILM CO-STAR
1992 Bekhudi = Kamal Sadanah
1993 Baazigar*** = Shah Rukh Khan
1994 Udhaar Ki Zindagi = Moushumi Chatterjee
Yeh Dillagi = Akshay Kumar
1995 Dilwale Dulhaniya Le Jayenge*** = Shah Rukh Khan
Gundaraj = Ajay Devgan
Hulchul = Ajay Devgan
Karan Arjun*** = Shah Rukh Khan
Taqaat = Vikas Bhalla
1996 Bambai Ka Babu = Saif Ali Khan
1997 Gupt = Bobby Deol
Hamesha = Saif Ali Khan
Ishq** = Ajay Devgan
Minsarakanavli (Tamil) = Arvind Swamy
1998 Duplicate (Special Appearance)
Dushman (Double Role) = Sanjay Dutt
Kuch Kuch Hota Hai*** = ShahRukh Khan
Pyar Kiya To Darna Kya* = Salman Khan
Pyar To Hona Hi Tha* = Ajay Devgan
1999 Dil Kya Kare = Ajay Devgan
Hote Hote Pyaar Ho Gaya = Jackie Shroff
Hum Aapke Dil Mein Rahte Hai* = Anil Kapoor
2000 Raju Chacha = Ajay Devgan
2001 Kuch Khatti Kuch Meethi( Double Role) = Sunil Shetty
Kabhi Kushi Kabhi Gham*** = ShahRukh Khan
2003 Kal Ho Na Ho (Special Appearance in a song)
2006 Fanaa*** = Aamir Khan
Kabhi Alvida Na Kehna (Special Appearance in s song )
2007 Om Shanti Om (Special Appearance in s song ) = Ajay Devgan
2008 You Me Aur Hum
Haal -E- Dil (Special Appearance in s song )
2009 My Name Us Khan = Shahrukh Khan
Toonpur Ka Super Hero = Ajay devgan
On Hold Ramayan
*** Blockbuster
** Super hits
* Hit
Last Updated ( Jul 31, 2008 at 08:05 AM ) ^_^
Written by Profiler
Mar 31, 2005 at 10:56 AM
YEAR FILM CO-STAR
1992 Bekhudi = Kamal Sadanah
1993 Baazigar*** = Shah Rukh Khan
1994 Udhaar Ki Zindagi = Moushumi Chatterjee
Yeh Dillagi = Akshay Kumar
1995 Dilwale Dulhaniya Le Jayenge*** = Shah Rukh Khan
Gundaraj = Ajay Devgan
Hulchul = Ajay Devgan
Karan Arjun*** = Shah Rukh Khan
Taqaat = Vikas Bhalla
1996 Bambai Ka Babu = Saif Ali Khan
1997 Gupt = Bobby Deol
Hamesha = Saif Ali Khan
Ishq** = Ajay Devgan
Minsarakanavli (Tamil) = Arvind Swamy
1998 Duplicate (Special Appearance)
Dushman (Double Role) = Sanjay Dutt
Kuch Kuch Hota Hai*** = ShahRukh Khan
Pyar Kiya To Darna Kya* = Salman Khan
Pyar To Hona Hi Tha* = Ajay Devgan
1999 Dil Kya Kare = Ajay Devgan
Hote Hote Pyaar Ho Gaya = Jackie Shroff
Hum Aapke Dil Mein Rahte Hai* = Anil Kapoor
2000 Raju Chacha = Ajay Devgan
2001 Kuch Khatti Kuch Meethi( Double Role) = Sunil Shetty
Kabhi Kushi Kabhi Gham*** = ShahRukh Khan
2003 Kal Ho Na Ho (Special Appearance in a song)
2006 Fanaa*** = Aamir Khan
Kabhi Alvida Na Kehna (Special Appearance in s song )
2007 Om Shanti Om (Special Appearance in s song ) = Ajay Devgan
2008 You Me Aur Hum
Haal -E- Dil (Special Appearance in s song )
2009 My Name Us Khan = Shahrukh Khan
Toonpur Ka Super Hero = Ajay devgan
On Hold Ramayan
*** Blockbuster
** Super hits
* Hit
Last Updated ( Jul 31, 2008 at 08:05 AM ) ^_^
BioGraFi KaJoL
FULL NAME : Kajol Mukherjee (Devgan)
DATE OF BIRTH : 05-Aug-75
PARENTS : Shamu Mukherjee (Director) and Tanuja (Actress)
SIBLING : Sister Tanisha (Actress)
STATUS : Married To Ajay Devgan (Actor) & mother for 3 years girl (Nysa)
ADDRESS : Usha Kiran, Altamount Road, Mumbai 400 026, INDIA
Kajol is a volcano — who eclipsed all her contemporaries by her supreme poise and bubbly screen presence.
That she would be unconventional was expected since she happens to be the daughter of one of filmdom's most bohemian and liberal minded actresses, Tanuja. Like mother, like daughter they say! And so, apart from the talent lineage that she has inherited from her mother and grandmother, Shobhana Samarth, her mother's sharp wit and couldn't care less attitude have naturally rubbed off on her too!
But when Kajol did finally enter the film industry one day, she took even her family by surprise. She would invariably bury her nose in a book in her free time and seldom seemed inclined to pursue an acting career. Nor did she ever evince any interest in the lure of fame and glamour.
As luck would have it, Gautam Rajadhyaksha, ace lensman, happened to be a close family friend who decided to cast her in his first production. Since studies per se didn't excite the teenager, she said 'yes' to the offer merely to test the waters! And thus Bekhudi was born!
The film wasn't earth shattering, as the cash registers proved within a few weeks of its release. What was otherwise established remains etched in viewers' minds firmly. Forever. For, here was an actress whose effervescence sparkled beyond the cardboard images that actors have to live with all their lives.
Also, as she did not belong to any school of acting, she had in her a wild streak that made her a natural before the camera. Cinema aficionados adored her style — normal girl-next-door but one with a sharp focus and conviction. She refused to be dressed to the nines (a habit she retains even today despite her superstar status) and instead substantiated a believable image that every age group lapped up.
Needless to add that she was flooded with offers — a rare occurrence in Mumbai where actors are written off every Friday after a flop! But Kajol became the first choice of many directors who wanted to have a go at presenting this 'unfilmi' heroine in their ventures! What followed was Abbas Mustan produced Baazigar with Kajol and Shahrukh Khan in the lead, which did roaring business across the country. A suspense thriller with fast paced lilting music had Kajol in the role of an unsuspecting girl whose sister gets mysteriously killed. As a young determined girl, she displayed commendable range, steadfastly pursuing to bring the murderer to book. Yet again, she declined to doll up like an overdone Christmas tree, keeping in mind the distressed young character's state of despondency. The film also gave a new hit pair — Shahrukh and kajol — whose onscreen chemistry endeared them to the masses overnight. So much so that people started comparing their sizzling song and dance sequences to those of Raj kapoor-Nargis and Dharmendra-Hema Malini.
In quick succession came, Yeh Dillagi, a frothy romance with Saif and Akshay Kumar, Hulchul with Ajay Devgan, Udhar Ki Zindagi (where she played Jeetendra's granddaughter) and Karan Arjun with Shahrukh again. Rakesh Roshan directed Karan Arjun turned out to be one of his biggest blockbusters and though Kajol had hardly any role to speak of, she benefited immensely from its success.
And in the year 1995 again, Dilwale Dulhaniya Le Jaayenge hit the silver screen, a Yashraj banner film directed by Aditya Chopra, Kajol's friend. The novel treatment and modern day storyline about NRIs made an electrifying impression on the bubble gum generation. And Kajol, in her role, oozed brazen nonchalance and rare oomph with great gusto. She even did a towel dance (Mere khawabon mein jo aaye…), a naughty titillating teasing number that could have bordered on the vulgar and obscene, but she handled the song with an impish charm and glint in her eyes, never pandering to the male gaze! Actually that's one of her other assets — letting her hair down in a fancy-free world she conveys the feeling of joie de vivre with élan. And panache. And seems to thoroughly enjoy herself.
Ishq and Gupt (1997) further consolidated her star standing. What was surprising to note was her total indifference to her ranking and she turned down several plum assignments, carefully selecting to play characters she found believable. Or banners she found comfortable working for. She never went on assigning spree unlike others and enjoyed a quiet dignified lifestyle far removed from the pretentious world of make believe and showmanship!
Another childhood friend, Karan Johar, made Kuch Kuch Hota Hai with her best costar, Shahrukh and her cousin, Rani Mukherjee. Based loosely on the comic strip, Archie, the film became yet another milestone — a splendid saga about friendship and lost love. Her fans didn't seem to have their fill — they wanted more of their fave star! Around this time her personal life had taken a giant leap forward! Her romance with costar Ajay Devgan had culminated in a quiet wedding, minus the hype and pomp associated with star weddings.
With matrimony and domestic bliss Kajol is on seventh heaven. And now that they have an in-house production company apart from a portal which have recently launched, Kajol, as one of the creative directors, has her hands full-arranging, supervising, managing and controlling their enterprise!
The icing on the cake is, fortunately, for her ageless fans! Yes! She is still game to do films for roles that excite her. She was never a part of the rat race and will never be! The offers keep pouring in — the meaty, substantial and performance oriented kinds! For the moment it's her home production, Raju Chahca (she teams up with hubby Ajay) and Rahul Rawail's Kuchh Khatti Kuchh Meethi (opposite Sunil Shetty) that every one of fans is looking forward to! Besides, another mega star studded film under production, Kabhi Khushi Kabhi Gham with Amitabh Bachchan, Jaya Bachchan, Shahrukh, Kareena and Hrithik Roshan.
Courtesy : Go4i.com
Last Updated ( Sep 16, 2006 at 09:31 AM )
DATE OF BIRTH : 05-Aug-75
PARENTS : Shamu Mukherjee (Director) and Tanuja (Actress)
SIBLING : Sister Tanisha (Actress)
STATUS : Married To Ajay Devgan (Actor) & mother for 3 years girl (Nysa)
ADDRESS : Usha Kiran, Altamount Road, Mumbai 400 026, INDIA
Kajol is a volcano — who eclipsed all her contemporaries by her supreme poise and bubbly screen presence.
That she would be unconventional was expected since she happens to be the daughter of one of filmdom's most bohemian and liberal minded actresses, Tanuja. Like mother, like daughter they say! And so, apart from the talent lineage that she has inherited from her mother and grandmother, Shobhana Samarth, her mother's sharp wit and couldn't care less attitude have naturally rubbed off on her too!
But when Kajol did finally enter the film industry one day, she took even her family by surprise. She would invariably bury her nose in a book in her free time and seldom seemed inclined to pursue an acting career. Nor did she ever evince any interest in the lure of fame and glamour.
As luck would have it, Gautam Rajadhyaksha, ace lensman, happened to be a close family friend who decided to cast her in his first production. Since studies per se didn't excite the teenager, she said 'yes' to the offer merely to test the waters! And thus Bekhudi was born!
The film wasn't earth shattering, as the cash registers proved within a few weeks of its release. What was otherwise established remains etched in viewers' minds firmly. Forever. For, here was an actress whose effervescence sparkled beyond the cardboard images that actors have to live with all their lives.
Also, as she did not belong to any school of acting, she had in her a wild streak that made her a natural before the camera. Cinema aficionados adored her style — normal girl-next-door but one with a sharp focus and conviction. She refused to be dressed to the nines (a habit she retains even today despite her superstar status) and instead substantiated a believable image that every age group lapped up.
Needless to add that she was flooded with offers — a rare occurrence in Mumbai where actors are written off every Friday after a flop! But Kajol became the first choice of many directors who wanted to have a go at presenting this 'unfilmi' heroine in their ventures! What followed was Abbas Mustan produced Baazigar with Kajol and Shahrukh Khan in the lead, which did roaring business across the country. A suspense thriller with fast paced lilting music had Kajol in the role of an unsuspecting girl whose sister gets mysteriously killed. As a young determined girl, she displayed commendable range, steadfastly pursuing to bring the murderer to book. Yet again, she declined to doll up like an overdone Christmas tree, keeping in mind the distressed young character's state of despondency. The film also gave a new hit pair — Shahrukh and kajol — whose onscreen chemistry endeared them to the masses overnight. So much so that people started comparing their sizzling song and dance sequences to those of Raj kapoor-Nargis and Dharmendra-Hema Malini.
In quick succession came, Yeh Dillagi, a frothy romance with Saif and Akshay Kumar, Hulchul with Ajay Devgan, Udhar Ki Zindagi (where she played Jeetendra's granddaughter) and Karan Arjun with Shahrukh again. Rakesh Roshan directed Karan Arjun turned out to be one of his biggest blockbusters and though Kajol had hardly any role to speak of, she benefited immensely from its success.
And in the year 1995 again, Dilwale Dulhaniya Le Jaayenge hit the silver screen, a Yashraj banner film directed by Aditya Chopra, Kajol's friend. The novel treatment and modern day storyline about NRIs made an electrifying impression on the bubble gum generation. And Kajol, in her role, oozed brazen nonchalance and rare oomph with great gusto. She even did a towel dance (Mere khawabon mein jo aaye…), a naughty titillating teasing number that could have bordered on the vulgar and obscene, but she handled the song with an impish charm and glint in her eyes, never pandering to the male gaze! Actually that's one of her other assets — letting her hair down in a fancy-free world she conveys the feeling of joie de vivre with élan. And panache. And seems to thoroughly enjoy herself.
Ishq and Gupt (1997) further consolidated her star standing. What was surprising to note was her total indifference to her ranking and she turned down several plum assignments, carefully selecting to play characters she found believable. Or banners she found comfortable working for. She never went on assigning spree unlike others and enjoyed a quiet dignified lifestyle far removed from the pretentious world of make believe and showmanship!
Another childhood friend, Karan Johar, made Kuch Kuch Hota Hai with her best costar, Shahrukh and her cousin, Rani Mukherjee. Based loosely on the comic strip, Archie, the film became yet another milestone — a splendid saga about friendship and lost love. Her fans didn't seem to have their fill — they wanted more of their fave star! Around this time her personal life had taken a giant leap forward! Her romance with costar Ajay Devgan had culminated in a quiet wedding, minus the hype and pomp associated with star weddings.
With matrimony and domestic bliss Kajol is on seventh heaven. And now that they have an in-house production company apart from a portal which have recently launched, Kajol, as one of the creative directors, has her hands full-arranging, supervising, managing and controlling their enterprise!
The icing on the cake is, fortunately, for her ageless fans! Yes! She is still game to do films for roles that excite her. She was never a part of the rat race and will never be! The offers keep pouring in — the meaty, substantial and performance oriented kinds! For the moment it's her home production, Raju Chahca (she teams up with hubby Ajay) and Rahul Rawail's Kuchh Khatti Kuchh Meethi (opposite Sunil Shetty) that every one of fans is looking forward to! Besides, another mega star studded film under production, Kabhi Khushi Kabhi Gham with Amitabh Bachchan, Jaya Bachchan, Shahrukh, Kareena and Hrithik Roshan.
Courtesy : Go4i.com
Last Updated ( Sep 16, 2006 at 09:31 AM )
Senin, 11 Agustus 2008
_^sSsTtTzZz^_
aKu eNgGak Tahu kaPan,,
pErAsaaN iNi tiMbul beGitu saJa,,
paDa pandaNgan perTama,,
kaREna,,
aKU senDiri Pun
tidak Pernah TAhu,,
dan Menyadarinya,,
bayang-baYang wajahMu seLalu hadir daLAm seTiap geRak laNGkah kU,,
gEtaRAn dEnYUt NadikU,,
beGitu puN daLam Setiap
heMbusan Nafas Ku,,
ya ALLAH,,
aPa yanG Bisa kuKatakaN,,
aPa yanG biSa kUlaKukAn,,
keJadian aNeh Apa yanG teRjadi
pada Diriku,,
adakaH Yang biSa MemBeritahUkan,,
tiDAk denGan diriKU,,
tiDak JUga diriMU,,,
Lalu sIApa,,??
Apakah aKu HAnya biSa berDiam diRi,,
aTaU aKu hanYA Bisa MendEngar sUara HAtiku,,,
jiKA meMaNg bEgitu,,
sUAra HAtiku meNGatakan,,,
aKu kaNGen KamU,,,,,!!
MisS U tOo aLL,,
LovE oF to,,,
^_^
pErAsaaN iNi tiMbul beGitu saJa,,
paDa pandaNgan perTama,,
kaREna,,
aKU senDiri Pun
tidak Pernah TAhu,,
dan Menyadarinya,,
bayang-baYang wajahMu seLalu hadir daLAm seTiap geRak laNGkah kU,,
gEtaRAn dEnYUt NadikU,,
beGitu puN daLam Setiap
heMbusan Nafas Ku,,
ya ALLAH,,
aPa yanG Bisa kuKatakaN,,
aPa yanG biSa kUlaKukAn,,
keJadian aNeh Apa yanG teRjadi
pada Diriku,,
adakaH Yang biSa MemBeritahUkan,,
tiDAk denGan diriKU,,
tiDak JUga diriMU,,,
Lalu sIApa,,??
Apakah aKu HAnya biSa berDiam diRi,,
aTaU aKu hanYA Bisa MendEngar sUara HAtiku,,,
jiKA meMaNg bEgitu,,
sUAra HAtiku meNGatakan,,,
aKu kaNGen KamU,,,,,!!
MisS U tOo aLL,,
LovE oF to,,,
^_^
Rabu, 06 Agustus 2008
SeJaRaH cEriTa pEnDeK
Cerita pendek
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 Sejarah
o 1.1 Asal-usul
o 1.2 Cerita-cerita pendek modern
* 2 Unsur dan ciri khas
* 3 Ukuran
* 4 Genre
* 5 Cerita pendek terkenal
* 6 Lihat pula
* 7 Sumber-sumber lain
Sejarah
Asal-usul
Cerita pendek berasal-mula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama, dengan irama yang berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah disampaikan.
Fabel, yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai Fabel Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait istilah Fabel. Fabel, dalam khazanah Sastra Indonesia seringkali, diartikan sebagai cerita tentang binatang. Cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya.
Selanjutnya, jenis cerita berkembang meliputi sage, mite, dan legenda. Sage merupakan cerita kepahlawanan. Misalnya Joko Dolog. Mite lebih menyaran pada cerita yang terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat tentang sesuatu. Contohnya Nyi Roro Kidul. Sedangkan legenda mengandung pengertian sebuah cerita mengenai asal usul terjadinya suatu tempat. Contoh Banyuwangi.
Bentuk kuno lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.
Di Eropa, tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya Giovanni Boccaccio Decameron. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah (yang merentang dari anekdot lucu ke fiksi sastra yang dikarang dengan baik), yang ditempatkan di dalam cerita naratif yang lebih besar (sebuah cerita kerangka), meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh semua penulis. Pada akhir abad ke-16, sebagian dari cerita-cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah "novella" kelam yang tragis karya Matteo Bandello (khususnya dalam terjemahan Perancisnya). Pada masa Renaisan, istilah novella digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.
Pada pertengahan abad ke-17 di Perancis terjadi perkembangan novel pendek yang diperhalus, "nouvelle", oleh pengarang-pengarang seperti Madame de Lafayette. Pada 1690-an, dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan (salah satu dari kumpulan yang paling terkenal adalah karya Charles Perrault). Munculnya terjemahan modern pertama Seribu Satu Malam karya Antoine Galland (dari 1704; terjemahan lainnya muncul pada 1710–12) menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap cerita-cerita pendek Eropa karya Voltaire, Diderot dan lain-lainnya pada abad ke-18.
Cerita-cerita pendek modern
Cerita-cerita pendek modern muncul sebagai genrenya sendiri pada awal abad ke-19. Contoh-contoh awal dari kumpulan cerita pendek termasuk Dongeng-dongeng Grimm Bersaudara (1824–1826), Evenings on a Farm Near Dikanka (1831-1832) karya Nikolai Gogol, Tales of the Grotesque and Arabesque (1836), karya Edgar Allan Poe dan Twice Told Tales (1842) karya Nathaniel Hawthorne. Pada akhir abad ke-19, pertumbuhan majalah dan jurnal melahirkan permintaan pasar yang kuat akan fiksi pendek antara 3.000 hingga 15.000 kata panjangnya. Di antara cerita-cerita pendek terkenal yang muncul pada periode ini adalah "Kamar No. 6" karya Anton Chekhov.
Pada paruhan pertama abad ke-20, sejumlah majalah terkemuka, seperti The Atlantic Monthly, Scribner's, dan The Saturday Evening Post, semuanya menerbitkan cerita pendek dalam setiap terbitannya. Permintaan akan cerita-cerita pendek yang bermutu begitu besar, dan bayaran untuk cerita-cerita itu begitu tinggi, sehingga F. Scott Fitzgerald berulang-ulang menulis cerita pendek untuk melunasi berbagai utangnya.
Permintaan akan cerita-cerita pendek oleh majalah mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke-20, ketika pada 1952 majalah Life menerbitkan long cerita pendek Ernest Hemingway yang panjang (atau novella) Lelaki Tua dan Laut. Terbitan yang memuat cerita ini laku 5.300.000 eksemplar hanya dalam dua hari.
Sejak itu, jumlah majalah komersial yang menerbitkan cerita-cerita pendek telah berkurang, meskipun beberapa majalah terkenal seperti The New Yorker terus memuatnya. Majalah sastra juga memberikan tempat kepada cerita-cerita pendek. Selain itu, cerita-cerita pendek belakangan ini telah menemukan napas baru lewat penerbitan online. Cerita pendek dapat ditemukan dalam majalah online, dalam kumpulan-kumpulan yang diorganisir menurut pengarangnya ataupun temanya, dan dalam blog.
Unsur dan ciri khas
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya), komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis.
Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuath cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya.
Ukuran
Menetapkan apa yang memisahkan cerita pendek dari format fiksi lainnya yang lebih panjang adalah sesuatu yang problematic. Sebuah definisi klasik dari cerita pendek ialah bahwa ia harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk (hal ini terutama sekali diajukan dalam esai Edgar Allan Poe "The Philosophy of Composition" pada 1846). Definisi-definisi lainnya menyebutkan baas panjang fiksi dari jumlah kata-katanya, yaitu 7.500 kata. Dalam penggunaan kontemporer, istilah cerita pendek umumnya merujuk kepada karya fiksi yang panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata.
Cerita yang pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi kilat (flash fiction). Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella, atau novel.
Genre
Cerita pendek pada umumnya adalah suatu bentuk karangan fiksi, dan yang paling banyak diterbitkan adalah fiksi seperti fiksi ilmiah, fiksi horor, fiksi detektif, dll. Cerita pendek kini juga mencakup bentuk nonfiksi seperti catatan perjalanan, prosa liris dan varian-varian pasca modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme baru.
Cerita pendek terkenal
* "An Occurrence at Owl Creek Bridge" oleh Ambrose Bierce (teks online)
* "Yours Truly, Jack the Ripper" oleh Robert Bloch
* "A Sound of Thunder" oleh Ray Bradbury
* "Cathedral" oleh Raymond Carver
* "The Most Dangerous Game" oleh Richard Connell
* "The Story of an Hour" oleh Kate Chopin (teks online)
* "A Rose for Emily" oleh William Faulkner (teks online)
* "The Overcoat" oleh Nikolai Gogol (teks online — terjemahan dari bahasa Rusia)
* "Young Goodman Brown" oleh Nathaniel Hawthorne (teks online)
* "The Snows of Kilimanjaro" oleh Ernest Hemingway (teks online)
* "The Gift of the Magi" oleh O. Henry (teks online)
* "The Lottery" oleh Shirley Jackson (teks online)
* "The Monkey's Paw" oleh W.W. Jacobs
* "The Dead" oleh James Joyce (teks online
* "In der Strafkolonie" oleh Franz Kafka (teks online terj. Inggris dari bahasa Jerman)
* "The Call of Cthulhu" oleh H.P. Lovecraft
* "Bartleby, the Scrivener" oleh Herman Melville (teks online)
* "A Good Man Is Hard to Find" oleh Flannery O'Connor (teks online)
* "The Tell-Tale Heart" oleh Edgar Allan Poe (teks online)
* "Brokeback Mountain" oleh Annie Proulx
* "The Red Room" oleh H.G. Wells
* "The Last Question" oleh Isaac Asimov
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 Sejarah
o 1.1 Asal-usul
o 1.2 Cerita-cerita pendek modern
* 2 Unsur dan ciri khas
* 3 Ukuran
* 4 Genre
* 5 Cerita pendek terkenal
* 6 Lihat pula
* 7 Sumber-sumber lain
Sejarah
Asal-usul
Cerita pendek berasal-mula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama, dengan irama yang berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah disampaikan.
Fabel, yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai Fabel Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait istilah Fabel. Fabel, dalam khazanah Sastra Indonesia seringkali, diartikan sebagai cerita tentang binatang. Cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya.
Selanjutnya, jenis cerita berkembang meliputi sage, mite, dan legenda. Sage merupakan cerita kepahlawanan. Misalnya Joko Dolog. Mite lebih menyaran pada cerita yang terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat tentang sesuatu. Contohnya Nyi Roro Kidul. Sedangkan legenda mengandung pengertian sebuah cerita mengenai asal usul terjadinya suatu tempat. Contoh Banyuwangi.
Bentuk kuno lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.
Di Eropa, tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya Giovanni Boccaccio Decameron. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah (yang merentang dari anekdot lucu ke fiksi sastra yang dikarang dengan baik), yang ditempatkan di dalam cerita naratif yang lebih besar (sebuah cerita kerangka), meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh semua penulis. Pada akhir abad ke-16, sebagian dari cerita-cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah "novella" kelam yang tragis karya Matteo Bandello (khususnya dalam terjemahan Perancisnya). Pada masa Renaisan, istilah novella digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.
Pada pertengahan abad ke-17 di Perancis terjadi perkembangan novel pendek yang diperhalus, "nouvelle", oleh pengarang-pengarang seperti Madame de Lafayette. Pada 1690-an, dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan (salah satu dari kumpulan yang paling terkenal adalah karya Charles Perrault). Munculnya terjemahan modern pertama Seribu Satu Malam karya Antoine Galland (dari 1704; terjemahan lainnya muncul pada 1710–12) menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap cerita-cerita pendek Eropa karya Voltaire, Diderot dan lain-lainnya pada abad ke-18.
Cerita-cerita pendek modern
Cerita-cerita pendek modern muncul sebagai genrenya sendiri pada awal abad ke-19. Contoh-contoh awal dari kumpulan cerita pendek termasuk Dongeng-dongeng Grimm Bersaudara (1824–1826), Evenings on a Farm Near Dikanka (1831-1832) karya Nikolai Gogol, Tales of the Grotesque and Arabesque (1836), karya Edgar Allan Poe dan Twice Told Tales (1842) karya Nathaniel Hawthorne. Pada akhir abad ke-19, pertumbuhan majalah dan jurnal melahirkan permintaan pasar yang kuat akan fiksi pendek antara 3.000 hingga 15.000 kata panjangnya. Di antara cerita-cerita pendek terkenal yang muncul pada periode ini adalah "Kamar No. 6" karya Anton Chekhov.
Pada paruhan pertama abad ke-20, sejumlah majalah terkemuka, seperti The Atlantic Monthly, Scribner's, dan The Saturday Evening Post, semuanya menerbitkan cerita pendek dalam setiap terbitannya. Permintaan akan cerita-cerita pendek yang bermutu begitu besar, dan bayaran untuk cerita-cerita itu begitu tinggi, sehingga F. Scott Fitzgerald berulang-ulang menulis cerita pendek untuk melunasi berbagai utangnya.
Permintaan akan cerita-cerita pendek oleh majalah mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke-20, ketika pada 1952 majalah Life menerbitkan long cerita pendek Ernest Hemingway yang panjang (atau novella) Lelaki Tua dan Laut. Terbitan yang memuat cerita ini laku 5.300.000 eksemplar hanya dalam dua hari.
Sejak itu, jumlah majalah komersial yang menerbitkan cerita-cerita pendek telah berkurang, meskipun beberapa majalah terkenal seperti The New Yorker terus memuatnya. Majalah sastra juga memberikan tempat kepada cerita-cerita pendek. Selain itu, cerita-cerita pendek belakangan ini telah menemukan napas baru lewat penerbitan online. Cerita pendek dapat ditemukan dalam majalah online, dalam kumpulan-kumpulan yang diorganisir menurut pengarangnya ataupun temanya, dan dalam blog.
Unsur dan ciri khas
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya), komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis.
Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuath cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya.
Ukuran
Menetapkan apa yang memisahkan cerita pendek dari format fiksi lainnya yang lebih panjang adalah sesuatu yang problematic. Sebuah definisi klasik dari cerita pendek ialah bahwa ia harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk (hal ini terutama sekali diajukan dalam esai Edgar Allan Poe "The Philosophy of Composition" pada 1846). Definisi-definisi lainnya menyebutkan baas panjang fiksi dari jumlah kata-katanya, yaitu 7.500 kata. Dalam penggunaan kontemporer, istilah cerita pendek umumnya merujuk kepada karya fiksi yang panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata.
Cerita yang pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi kilat (flash fiction). Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella, atau novel.
Genre
Cerita pendek pada umumnya adalah suatu bentuk karangan fiksi, dan yang paling banyak diterbitkan adalah fiksi seperti fiksi ilmiah, fiksi horor, fiksi detektif, dll. Cerita pendek kini juga mencakup bentuk nonfiksi seperti catatan perjalanan, prosa liris dan varian-varian pasca modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme baru.
Cerita pendek terkenal
* "An Occurrence at Owl Creek Bridge" oleh Ambrose Bierce (teks online)
* "Yours Truly, Jack the Ripper" oleh Robert Bloch
* "A Sound of Thunder" oleh Ray Bradbury
* "Cathedral" oleh Raymond Carver
* "The Most Dangerous Game" oleh Richard Connell
* "The Story of an Hour" oleh Kate Chopin (teks online)
* "A Rose for Emily" oleh William Faulkner (teks online)
* "The Overcoat" oleh Nikolai Gogol (teks online — terjemahan dari bahasa Rusia)
* "Young Goodman Brown" oleh Nathaniel Hawthorne (teks online)
* "The Snows of Kilimanjaro" oleh Ernest Hemingway (teks online)
* "The Gift of the Magi" oleh O. Henry (teks online)
* "The Lottery" oleh Shirley Jackson (teks online)
* "The Monkey's Paw" oleh W.W. Jacobs
* "The Dead" oleh James Joyce (teks online
* "In der Strafkolonie" oleh Franz Kafka (teks online terj. Inggris dari bahasa Jerman)
* "The Call of Cthulhu" oleh H.P. Lovecraft
* "Bartleby, the Scrivener" oleh Herman Melville (teks online)
* "A Good Man Is Hard to Find" oleh Flannery O'Connor (teks online)
* "The Tell-Tale Heart" oleh Edgar Allan Poe (teks online)
* "Brokeback Mountain" oleh Annie Proulx
* "The Red Room" oleh H.G. Wells
* "The Last Question" oleh Isaac Asimov
Langganan:
Komentar (Atom)
